<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wib&#039;s Web World &#187; Bisnis</title>
	<atom:link href="http://blog.cybergl.co.id/category/bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.cybergl.co.id</link>
	<description>...emergent, freeform, social collaboration...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 09:10:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='blog.cybergl.co.id' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/99a6566ac303a9bc2e69fa1d00c034db?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wib&#039;s Web World &#187; Bisnis</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blog.cybergl.co.id/osd.xml" title="Wib&#039;s Web World" />
	<atom:link rel='hub' href='http://blog.cybergl.co.id/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Masa Depan Social Media Dalam Lima Era</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2009/05/24/masa-depan-social-media-dalam-lima-era/</link>
		<comments>http://blog.cybergl.co.id/2009/05/24/masa-depan-social-media-dalam-lima-era/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 16:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybergl.co.id/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Berharap Groundswell berlanjut, dimana orang orang saling terhubung ketimbang antar institusi. Pengunaan Social-media oleh pengguna Internet meningkat begitu pesat, berbagai perusahaan juga mengadopsi bahkan pada saat resesi, jadi berharap akan ada inovasi baru yang sesuai dengan tren ini. Klien dapat mengakses laporan ini disini, tetapi sebagai ringkasan atas apa yang kami temukan, dalam Executive Summary [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=117&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berharap <em>Groundswell </em>berlanjut, dimana orang orang saling terhubung ketimbang antar institusi. <a href="http://blogs.forrester.com/groundswell/2008/10/new-2008-social.html">Pengunaan <em>Social-media</em> oleh pengguna Internet meningkat begitu pesat</a>, berbagai <a href="http://www.web-strategist.com/blog/2009/03/16/report-social-media-marketing-up-during-recession/">perusahaan juga mengadopsi bahkan pada saat resesi</a>, jadi berharap akan ada inovasi baru yang sesuai dengan tren ini. <a href="http://www.forrester.com/go?docid=46970">Klien dapat mengakses laporan ini disini</a>, tetapi sebagai ringkasan atas apa yang kami temukan, dalam <em>Executive Summary</em> kami nyatakan:</p>
<blockquote><p>Dewasa ini pengalaman masyarakat dalam menggunakan <em>Social-media</em> belum terpadu karena pengguna <em>Social-media</em> memiliki identitas terpisah di masing-masing jaringan sosial yang mereka kunjungi. Seperangkat teknologi yang memungkinkan sebuah identitas menjadi portabel akan dapat memberdayakan pengguna social-media masuk ke dalam transformasi pemasaran, e-Commerce, CRM, dan iklan.</p>
<p>Identitas hanyalah awal transformasi ini, di mana Web akan berkembang langkah demi langkah dari &#8220;situs sosial&#8221; yang terpisah menjadi &#8220;situs sosial&#8221; yang terpadu. Pengguna Internet akan bergantung pada rekan-rekan mereka karena mereka membuat keputusan secara online, tanpa bergantung apakah perusahaan pemilik produk berpartisipasi pada &#8220;situs sosial&#8221; itu atau tidak.</p>
<p>Pengguna Internet yang terhubung dalam <em>Social-media</em> akan membuat komunitas pelanggan menjadi kuat dan menggeser dominasi tirani perusahaan dengan CRMnya,  ini akhirnya akan menghasilkan pemberdayaan masyarakat dalam menentukan generasi selanjutkan dari sebuah produk.</p></blockquote>
<p>Kami menemukan bahwa teknologi memicu perubahan cara belanja pelanggan, produk akan mengikuti, hasilnya adalah lima gelombang yang terdiri dari:</p>
<p><strong>Lima Era dari Social Web</strong>:</p>
<ol>
<li>Era <em>Social Relationships</em>:  Orang menggunakan Social-media untuk saling terhubung ke orang lain dan saling berbagi informasi.</li>
<li>Era <em>Social Functionality</em>:  Social-media menjadi seperti sistem operasi dengan aplikasi sosial, namun identitas masih belum terpadu.</li>
<li>Era <em>Social Colonization</em>: Identitas sudah terpadu dan setiap transaksi dapat diketahui karena terhubung ke dalam jaringan aplikasi sosial.</li>
<li>Era <em>Social Context</em>:  Pada era ini sebuah situs sosial dapat memberikan layanan sesuai dengan konteks pelanggannya. Social-media akan menjadi platform untuk semua layanan TI.</li>
<li>Era <em>Social Commerce</em>: Ini era dimana masyarakat dapat menentukan bagaimana masa depan sebuah produk atau layanan.</li>
</ol>
<p>Update: <a href="http://www.destinationcrm.com/Articles/CRM-News/Daily-News/Social-Media-The-Five-Year-Forecast-53635.aspx">Majalah CRM menjelaskan lebih banyak tentang lima era ini dengan fokus pada gambar dibawah</a>.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 360px"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3655/3478168483_676909f735.jpg" alt="Lima Era Social-Web" width="350" height="500" /><p class="wp-caption-text">Lima Era Social-Web</p></div>
<p><strong>Rentang waktu dari Lima Era</strong>:</p>
<p>Perlu diketahui bahwa era-era itu tidak berurutan, tapi mereka tumpang tindih. Kita telah memasuki dan mengalami kematangan dari era <em>Social Relationships</em>, juga telah masuk ke era <em>Social Functionality</em> namun belum benar benar terutilisasi, dan mulai masuk ke era <em>Social Colonization</em> dengan teknologi awal seperti <em>Facebook Connect</em>. Identitas terpadu ini akan segera memberdayakan masyarakat untuk memasuki era <em>Social Context</em> dengan personalisasi konten. Diagram berikut ini menunjukkan bagaimana kita akan melihat era era tersebut di masa depan dengan <em>Social Commerce</em> sebagai era terjauh.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3353/3478041905_f522c133f0.jpg" alt="Rentang Waktu Lima Era" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Rentang Waktu Lima Era</p></div>
<p><strong>Wawancara dengan 24 perusahaan teratas yang menggunakan <em>Social-media</em></strong>:<br />
Penelitian ini bukan dilakukan tanpa responden, itulah sebabnya kami melakukan penelitian kualitatif untuk mengetahui apa yang kami duga. Kami sampai pada kesimpulan ini berdasarkan wawancara dengan eksekutif, manajer produk, dan strategists pada 24 perusahaan berikut: Appirio, Cisco Eos, Dell, Facebook, Federated Media Publishing, Flock, Gigya, Google (Open Social/stack team), Graphing Social Patterns (Dave McClure), IBM (SOA Team), Intel (social media marketing team), KickApps, LinkedIn, Meebo, Microsoft (Live team), MySpace, OpenID Foundation (Chris Messina), Plaxo, Pluck, Razorfish, ReadWriteWeb, salesforce.com, Six Apart, dan Twitter.</p>
<p><strong>Bagaimana sebuah produk/layanan harus disiapkan.</strong></p>
<p>Apa yang menarik adalah bukan visinya, melainkan apa yang membuat produk/layanan kita tetap bertahan, dimana hasilnya adalah, perusahaan harus mempersiapkan diri dengan:</p>
<ul>
<li><strong>Don’t Hesitate</strong>: Perubahan datang begitu cepat, dan kita telah berada di era ke tiga pada akhir tahun ini. Perusahaan harus mempersiapkan diri dengan melakukan perencanaan jangka pendek untuk era sekarang. Jangan tertinggal dan membiarkan kompetitor terhubung dengan masyarakat pengguna Social-media sebelum anda melakukannya.</li>
<li><strong>Prepare For Transparency</strong>: Orang-orang akan dapat menjelajahi web bersama teman-teman mereka, karenanya anda harus memiliki rencana. Mempersiapkan setiap halaman web dan produk yang akan direview oleh pelanggan anda dan terlihat oleh prospek, bahkan jika anda memilih untuk tidak berpartisipasi.</li>
<li><strong>Connect with Advocates</strong>: Fokus pada pelanggan yang fanatik, mereka dapat membela produk anda dari para penghujat. Pendapat mereka lebih dipercaya, dan ketika kekuasaan bergeser ke komunitas, dan mereka mulai menentukan bagaimana seharusnya sebuah produk, maka mereka menjadi lebih penting dari segalanya.</li>
<li><strong>Evolve your Enterprise Systems</strong>: Sistem perusahaan anda perlu melakukan koneksi ke Social-media. Jaringan Social-media dengan cepat berubah menjadi sumber informasi pelanggan melampaui sistem CRM perusahaan anda. Sistem CMS perlu memiliki fitur Social-media, desak vendor  anda untuk menyediakan ini atau bergabung dengan komunitas Social-media.</li>
<li><strong>Shatter your Corporate Website</strong>: Pada masa depan yang paling radikal, konten akan datang ke konsumen -ketimbang mereka mencari konten- siap siap merombak website perusahaan anda dan biarkan isinya terdistribusi ke Social-media. Biarkan informasi yang paling penting menyebar ke masyarakat.</li>
</ul>
<blockquote>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 132px"><img src="http://www.web-strategist.com/blog/wp-content/uploads/2009/03/jko_091.jpg" alt="Jeremiah Owyang" width="122" height="175" /><p class="wp-caption-text">Jeremiah Owyang</p></div>
<p>Artikel ini adalah terjemahan dari artikel <strong>Jeremiah Owyang</strong> yang berjudul &#8220;<em><a href="http://www.web-strategist.com/blog/2009/04/27/future-of-the-social-web/" target="_blank">The Future of the Social Web: In Five Eras</a></em>&#8220;, Jeremiah adalah seorang analis senior di Forrester.com yang tulisannya banyak dirujuk sebagai referensi untuk bidang strategi web. Forrester Research, Inc adalah sebuah lembaga penelitian indenpen yang telah listing di NASDAQ. Fokus penelitian Owyang adalah bidang <em>social computng industry</em>.</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wibisastro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wibisastro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wibisastro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wibisastro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wibisastro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wibisastro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wibisastro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wibisastro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wibisastro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wibisastro.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=117&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybergl.co.id/2009/05/24/masa-depan-social-media-dalam-lima-era/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2db27a4ac3e57e5cf840d5caebeaa4a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wibisono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3655/3478168483_676909f735.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lima Era Social-Web</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3353/3478041905_f522c133f0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rentang Waktu Lima Era</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.web-strategist.com/blog/wp-content/uploads/2009/03/jko_091.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jeremiah Owyang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Coopetition Dalam Network-Economy</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2009/03/30/coopetition-dalam-network-economy/</link>
		<comments>http://blog.cybergl.co.id/2009/03/30/coopetition-dalam-network-economy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 07:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Pada tulisan saya yang lalu tentang business model dalam era network-economy disinggung tentang Facebook. Tulisan itu lebih banyak memaparkan fenomena ketimbang menjelaskan konsep. Kali ini saya ingin lebih banyak mengulas tentang konsep dan strategi persaingan bisnis online di era network-economy. Strategi memenangkan persaingan dalam era network-economy tidak cukup lagi dilihat hanya dengan 5 aspek kekuatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=110&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img style="margin:10px;" title="Coopetition" src="http://mayet.som.yale.edu/coopetition/images/coopetition.jpg" alt="Coopetition" width="250" height="375" /><p class="wp-caption-text">Coopetition</p></div>
<p>Pada<a href="http://wibisastro.wordpress.com/2009/03/01/business-model-dalam-era-network-economy/" target="_blank"> tulisan saya yang lalu tentang <em>business model</em></a> dalam era <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Network_Economy" target="_blank"><em>network-economy</em></a> disinggung tentang Facebook. Tulisan itu lebih banyak memaparkan fenomena ketimbang menjelaskan konsep. Kali ini saya ingin lebih banyak mengulas tentang konsep dan strategi persaingan bisnis online di era <em>network-economy</em>.</p>
<p>Strategi memenangkan persaingan dalam era <em>network-economy</em> tidak cukup lagi dilihat hanya dengan 5 aspek kekuatan bersaing yang dikemukakan oleh <em>Michael E. Porter</em>.</p>
<p>Lima kekuatan bersaing itu antara lain si pelaku bisnis, kompetitor, pemasok, subtitusi dan konsumen.  Kekuatan yang ke enam adalah komplementer. Untuk menjelaskan ini kita mulai dari awal.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Peran dari kemajuan teknologi informasi memaksa dunia usaha mengalami perubahan dimana sebuah bisnis dapat memberikan value yang lebih besar dengan melakukan kerja sama antara dua atau lebih perusahaan ketimbang dilakukan oleh hanya satu perusahaan yang menguasai seluruh lini layanan.</p>
<p>Dengan kerja sama antar perusahaan ini skala bisnis untuk masing masing pemain menjadi lebih kecil dan bidang bisnis menjadi lebih spesifik membuat model bisnis menjadi harus dinyatakan dengan lebih terperinci. Monopoli juga semakin sulit terjadi karena tidak ada lagi yang bisa melakukannya.</p>
<p>Kerja sama antar dua perusahaan atau lebih, dipicu oleh keinginan untuk dapat memenangkan persaingan dengan menciptakan nilai tambah (<em>value-creation</em>) sebagai buah dari kerja sama tersebut. Jadi disini ada dua kata kunci &#8220;bekerja sama&#8221; dan &#8220;bersaing&#8221;, yang sejatinya berseberangan.</p>
<p>Dari sinilah konsep <em>coopetition strategy</em> lahir. Gabungan antara <em>competitive</em> dan <em>cooperative</em>. Adalah <em>Brandenburger dan Nalebuff</em> yang mempopulerkan lewat bukunya <a href="http://mayet.som.yale.edu/coopetition/" target="_blank"><em>Co-opetition</em></a> tahun 1997.</p>
<p>Lalu bagaimana dua paradigma yang berseberangan ini dapat disatukan menjadi sebuah strategi?</p>
<p>Untuk menjelaskan itu dapat ditelusuri kembali dari fenomena pesatnya kemajuan TI yang memungkin proses bisnis dipecah-pecah dan mampu berdiri sendiri untuk dapat melayani proses dari bisnis yang berbeda.</p>
<p>Saya akan beri contoh. Dahulu kala kita tidak mengenal PC rakitan, tahun 80an jika kita butuh sebuah PC maka pilihannya hanya ada IBM PC, yang seluruh komponen baik hardware maupun software dibuat oleh satu perusahaan, yakni IBM.</p>
<p>Kini jangankan PC rakitan, PC ber-merk-pun komponennya tidak dibuat oleh satu perusahaan tapi merupakan produk dari berbagai macam perusahaan yang tersebar secara geografis. Contohnya adalah perusahaan komputer <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dell">Dell Inc</a> yang memperkenalkan pendekatan &#8220;<em>configure to order</em>&#8220;. Sebuah <em>value added</em> yang mampu ditawarkan Dell tapi tidak oleh pesaingnya kala itu.</p>
<p>Kerjasama yang dilakukan menekan <em>fixed-cost</em> yang sangat besar yang harus dikeluarkan oleh pemain yang berdiri sendiri. Contoh diatas dapat dilihat sebagai bentuk hubungan konsumen dan pemasok yang biasanya dijalin dalam bentuk kerjasama rekanan.</p>
<p>Pemain dalam rantai proses bisnis tidak harus dalam bentuk rekanan konsumen-pemasok tapi bisa dalam bentuk komplementer (pelengkap). Prinsipnya dapat memberikan nilai tambah. Contoh klasik dari <em>Brandenburger dan Nalebuff</em> adalah Intel dan Microsoft. Hubungan mereka bukan antar pemasok dan konsumen tapi hanya sebagai komplementer.</p>
<p>Tapi justru komplementer inilah yang menjadi ciri utama <em>network-economy</em>. Para pemain komplementer dituntut untuk dapat berperan <em>cooperative</em>, karena komplementer ada dalam proses bisnis yang memiliki model bisnis yang berbeda. Sedangkan bila model bisnisnya sama maka sikap yang dituntut adalah <em>cooperative</em> sekaligus <em>competitive</em> atau dikenal dengan <em>coopetition</em>.</p>
<p>Contoh komplementer dalam industri web antara lain:</p>
<ul>
<li>Amazon dan Fedex</li>
<li>Ebay dan Paypal</li>
<li>Google Apps dan GoDaddy</li>
<li>PHP dan MySQL</li>
<li>WordPress dan MyBlogLog</li>
<li>Firefox dan Shockwave Flash</li>
</ul>
<p>Masing masing memiliki model bisnis yang berbeda tapi saling melengkapi satu sama lain untuk dapat memberikan value lebih kepada konsumennya. Kekuatan kerjasama ini meningkatkan keunggulan bersaing untuk mereka semua.</p>
<p>Sedangkan untuk model bisnis yang sama sehingga muncul strategi <em>coopetition</em> perlu dijelaskan terlebih dahulu tipe tipe <em>coopetition</em>.</p>
<p>Dalam <em>coopetition</em> ada bekerja-sama dan bersaing. Karena para pemain kerjasama adalah juga sekaligus para pesaing maka dalam bekerjasama ada beberapa hal yang perlu dicermati untuk bisa di-komitmen-kan guna mencapai hasil kolaborasi yang istilahnya <em>positive-sum game</em>. Sebab jika salah menentukan komitmen maka hasilnya justru sebaliknya. Menurut Garraffo ada dua level komitmen yang membentuk 4 kuadran.</p>
<table id="AutoNumber1" style="border-collapse:collapse;height:184px;" border="0" cellspacing="3" cellpadding="5">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" height="107" align="right"><span style="font-family:Arial;">Market<br />
Creation</span></td>
<td height="46" align="right"><span style="font-family:Arial;">High</span></td>
<td height="46" align="center" bgcolor="#c0c0c0"><span style="font-family:Arial;">Standard setting</span></td>
<td height="46" align="center" bgcolor="#c0c0c0"><span style="font-family:Arial;">Business integration</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="48" align="right"><span style="font-family:Arial;">Low</span></td>
<td height="48" align="center" bgcolor="#c0c0c0"><span style="font-family:Arial;">Knowledge exchange</span></td>
<td height="48" align="center" bgcolor="#c0c0c0"><span style="font-family:Arial;">Cooperative R&amp;D</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="19" align="right"></td>
<td height="19" align="right"></td>
<td height="19" align="center"><span style="font-family:Arial;">Low</span></td>
<td height="19" align="center"><span style="font-family:Arial;">High</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="19" align="right"></td>
<td height="19" align="right"></td>
<td colspan="2" height="19" align="center"><span style="font-family:Arial;">Technology<br />
Developments</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumbu vertikal mencerminkan level komitmen penciptaan pasar sedangkan sumbu horisontal mencerminkan level komitmen pengembangan teknologi. Masing masing kuadran memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan berasal dari tingkat komitmennya.</p>
<p>Dalam industri web komitmen untuk bekerja sama dapat dilihat dari seberapa dalam sebuah fitur bersedia di-<em>share</em> fungsionalitasnya. Caranya adalah dengan mengubah fitur menjadi layanan (<em>services</em>) dengan menyediakan fasilitas akses ke fungsi fungsi internal melalui <em>Application Programming Interface</em> (API).</p>
<p>Dalam membuka akses untuk komitmen kerjasama harus benar benar dicermati agar nantinya pengguna API tersebut akan menggunakannya sesuai dengan tujuan yaitu bisa benar benar menghasilkan nilai tambah.</p>
<p>Beberapa perusahaan memberikan aturan aturan khusus pada para pengguna API nya untuk menghindari hilangnya <em>core-value</em> layanan mereka akibat dari ulah <em>competitor</em> yang bermuka <em>cooperative</em>.</p>
<p>Sebagai contoh, Flickr yang dalam &#8220;<a href="http://www.flickr.com/services/api/tos/" target="_blank"><em>Terms of Service</em></a>&#8220;-nya memberikan syarat penggunaan API dari layanan mereka dilarang untuk:</p>
<blockquote><p><em>Use Flickr APIs for any application that replicates or attempts to replace the essential user experience of Flickr.com</em></p></blockquote>
<p>Ini adalah proteksi akan <em>core-value</em> dari layanan Flickr yang tak ingin tersaingi oleh <em>competitor</em> pengguna API mereka sendiri. Proteksi terhadap akses pesaing tidak hanya dalam bentuk TOS seperti Flickr tapi juga bisa langsung dalam bentuk kemampuan fitur API itu sendiri. Tidak semua kemampuan utama diberikan begitu saja.</p>
<p>Namun demikian ada juga yang berani memberikan hampir segalanya dengan pandangan bahwa komitmen yang total akan memberikan hasil yang luar biasa juga. Prinsipnya adalah untuk memenangkan persaingan bukan dengan bagaimana mengalahkan pesaing tapi bagaimana merangkul pesaing.</p>
<p>Dalam era <em>network-economy</em>, ini adalah cara pandang yang sangat relevan. Ada beberapa kasus dari industri web yang bisa dijadikan contoh.</p>
<p><strong>Google</strong></p>
<p>Google memiliki mesin uang dari iklannya yang <em>context-sensitive</em>. Mesin iklan yang mampu beriklan sesuai dengan konteks hasil pencarian sehingga iklannya sangat efektif karena membidik segmen yang tepat.</p>
<p>Kemudian untuk memperluas pasar Google meluncurkan layanan <em>AdSense</em> yang memungkinkan situs web lain selain Google menjadi publisher iklan Google lengkap dengan kemampuan segmentasinya.</p>
<p>Dari satu sisi mungkin Google sebenarnya memberikan fasilitas bagi kompetitornya tapi dari sisi lain Google dan para publisher <em>AdSense</em> membuka pasar yang lebih luas. (contoh dari kuadran <em>high-market low-development</em>)</p>
<p>Walau pernah tercatat Google melarang ada iklan lain selain <em>AdWord</em> dihalaman publisher AdSense, namun sekarang kebijakan itu telah dihapus. Komitmen ditingkatkan untuk hasil yang lebih besar.</p>
<p><strong>Facebook</strong></p>
<p>Facebook adalah contoh terbaik untuk komitmen berbagi layanan. Pihak ketiga dapat membangun aplikasi diatas <em>platform</em> Facebook dengan fasilitas yang sama dengan <em>developer</em> internalnya.</p>
<p><em>Developer</em> eksternal diberi kesempatan yang sama bahkan dalam pengembangan fitur fitur baru. Facebook sangat memperhatikan masukan masukan dari para pengembang <em>third-party</em>-nya. Ini adalah komitmen pengembangan teknologi.</p>
<p>Kemudian untuk komitmen penciptaan pasar Facebook memiliki layanan <em>FB Connect</em> yang memungkinkan situs web lain menggunakan database user mereka yang kini mencapai 175 juta user untuk di akses oleh pihak ketiga. (contoh dari kuadran <em>high-market high-development</em>)</p>
<p>Komitmen Facebook memperluas jangkauan pasar ini sungguh mengkhawatirkan para pesaingnya hingga mereka (<em>Google-Yahoo-AIM-OpenID</em>) berkolaborasi untuk menandingi <em>FB Connect</em> dengan meluncurkan layanan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=N94s7ix0JPo" target="_blank"><em>Google Friend Connect</em></a>.</p>
<p><em>Google Friend Connect</em> adalah layanan yang memungkinkan user dari masing masing portal tersebut menggunakan hanya satu account untuk login ke semua layanan portal.</p>
<p>Tapi sekali lagi seberapa jauh komitmen akan mempengaruhi hasilnya. Facebook tidak takut kehilangan <em>core-value</em>, terbukti dari keleluasaan pihak ketiga untuk mengembangkan aplikasi apapun diatas <em>platform</em> Facebook, bahkan pihak ketiga boleh membangun aplikasi <em>social-media</em> sekalipun yang tentu saja akan menjadi pesainganya.</p>
<p>Sebuah bisnis akan memiliki kekuatan bersaing yang tinggi apabila mampu memanfaatkan kekuatan <em>network-economy</em> ini. Tidak perlu <em>re-invent the wheel</em> untuk hal hal yang telah bisa disediakan oleh pemain lain dengan sangat baik. Manfaatkan mereka untuk keuntungan kita.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Apakah para pemain bisnis online di Indonesia sudah mengadopsi strategi <em>coopetition</em>, atau paling tidak sudahkah mereka berpikir secara komplementer, atau jangan jangan mereka masih hidup di era <em>industrial-economy</em>?</p>
<p>Tunggu artikel saya selanjutnya&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wibisastro.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wibisastro.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wibisastro.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wibisastro.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wibisastro.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wibisastro.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wibisastro.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wibisastro.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wibisastro.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wibisastro.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=110&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybergl.co.id/2009/03/30/coopetition-dalam-network-economy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2db27a4ac3e57e5cf840d5caebeaa4a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wibisono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mayet.som.yale.edu/coopetition/images/coopetition.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Coopetition</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Business Model Dalam Era Network-Economy</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2009/03/01/business-model-dalam-era-network-economy/</link>
		<comments>http://blog.cybergl.co.id/2009/03/01/business-model-dalam-era-network-economy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 19:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman bertanya pada saya bisnis online apa yang bisa sukses di Indonesia sekarang ini. Saya tak bisa menjawab itu dengan satu paragraf. Banyak faktor yang mempengaruhi sebuah bisnis online bisa profit. Salah satunya adalah business model. Saya ingin elaborasi sedikit dari sudut pandang yang lebih spesifik TI berkaitan juga dengan pertanyaan teman saya diatas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=104&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img title="Facebook" src="http://creative.ak.facebook.com/ads3/creative/pressroom/jpg/b_1234208947_facebook_logo.jpg" alt="Facebook" width="200" height="66" /><p class="wp-caption-text">Facebook</p></div>
<p>Seorang teman bertanya pada saya bisnis online apa yang bisa sukses di Indonesia sekarang ini. Saya tak bisa menjawab itu dengan satu paragraf. Banyak faktor yang mempengaruhi sebuah bisnis online bisa profit. Salah satunya adalah<em> <a href="http://www.ririsatria.net/2008/12/06/business-model/" target="_blank">business model</a></em>.</p>
<p>Saya ingin elaborasi sedikit dari sudut pandang yang lebih spesifik TI berkaitan juga dengan pertanyaan teman saya diatas tentang peluang bisnis online di Indonesia.</p>
<p>Melihat sifat sifat TI yang <em>border-less</em> dan sangat cepat perubahannya maka business model dalam bisnis online menjadi harus dituliskan dengan sangat spesifik dan jelas. Seberapa jelasnya dapat  dilihat dari jawaban atas 4 pertanyaan yang menjadi unsur pembentuk business model.</p>
<p>business model paling tidak harus bisa menjawab 4 pertanyaan berikut:</p>
<ol>
<li>Siapa customer kita dan apa harapannya
<ul>
<li> Jawabannya harus sedetil mungkin hingga mencapai segmentasi</li>
</ul>
</li>
<li>Value apa yang kita berikan
<ul>
<li> Jawabannya harus sedetil mungkin hingga mencapai diferensiasi</li>
</ul>
</li>
<li>Dari mana datangnya revenue
<ul>
<li> Harus bisa diidentifikasi siapa dan bagaimana hubungan antara direct-customer dan indirect-customer</li>
</ul>
</li>
<li>Bagaimana revenue itu datang
<ul>
<li> Revenue model</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Setelah <em>business model</em> ditentukan, baru kita bisa melihat siapa kompetitor kita dan siapa bukan, menentukan <em>positioning</em> kita dan tentu saja peluang akan terlihat dengan lebih jelas dalam <em>state</em> ini.</p>
<p>Jika dari ke empat pertanyaan diatas antara dua bisnis menghasilkan jawaban yang sama maka baru bisa dikatakan kedua bisnis tersebut bersaing secara <em>head-to-head</em>.</p>
<p>Dalam bisnis konvensional kemungkinan untuk terjadi <em>head-to-head</em> relatif lebih besar. Tapi dalam bisnis online dimana peran TI sangat dominan membuat kemungkinan terjadinya persaingan <em>head-to-head</em> menjadi lebih kecil, bahkan selalu saja ada cara yang ditemukan untuk membuat perbedaan <em>business model</em>.</p>
<p>Walhasil ragam <em>business model</em> menjadi mirip mirip atau bahkan banyak yang tidak jelas. Untuk membuat sebuah business yang benar benar jelas dibutuhkan inovasi.</p>
<p>Untuk dapat menjelaskan bagaimana TI dapat menjadi <em>enabler</em> terutama dalam bisnis online dengan konteks Indonesia maka saya akan tampilkan beberapa analisis tentang situs teratas dan kaitannya dengan business model</p>
<p>Data kualitatif dapat saya katakan sekarang layanan aplikasi social-media sedang booming dan tak bisa dikatakan selain Facebook, karena memang hanya Facebook.</p>
<p>Salah satu indikasinya dapat dilihat misalnya di kampus UI, seperti yang ditulis di <a href="http://www.anakui.com/2008/12/13/jadi-fans-di-facebook-pagesnya-anakuicom-ya/" target="_blank">Blog AnakUI.com</a>:</p>
<blockquote><p>Kenapa harus <a href="http://www.facebook.com/">Facebook</a>? Tentu saja, karena anak-anak UI yang pake Facebook itu jumlahnya udah nggak kehitung lagi.. Hari gini masihkah ada yang make Friendster? Rasanya mahasiswa kaya kita mah lebih prefer pake Facebook kan ya?</p></blockquote>
<p>Data kuantitatif yang memperkuat statement ini adalah dari <a href="http://www.alexa.com/site/ds/top_sites?cc=ID&amp;ts_mode=country&amp;lang=none" target="_blank">Alexa.com</a>:</p>
<p>Dari pencarian khusus untuk negara Indonesia dapat dilihat hit top 100, saya kutipkan 15 besar saja. Data diakses pada hari Kamis, 26 Februari 2009.</p>
<ol>
<li>Yahoo.com	(<em>search-engine</em>)</li>
<li>Google.co.id (<em>search-engine</em>)</li>
<li>Facebook	(<em>social-media</em>)</li>
<li>Google.com	(<em>search-engine</em>)</li>
<li>Friendster	(<em>social-media</em>)</li>
<li>Blogger	(<em>blog-hosting</em>)</li>
<li>YouTube	(<em>video-hosting</em>)</li>
<li>WordPress	(<em>blog-hosting</em>)</li>
<li>Detik.com	(berita)</li>
<li>Kaskus.us	(forum)</li>
<li>RapidShare	(<em>file-hosting</em>)</li>
<li>Wikipedia	(<em>knowledge</em>)</li>
<li>Travian.com (<em>game</em>)</li>
<li>MSN.com	(<em>OS support</em>)</li>
<li>Multiply	(<em>blog-hosting</em>)</li>
</ol>
<p>Dua urutan teratas masih dipegang oleh bisnis <em>search-engine</em> yang memang tak bisa dijalankan oleh pemain biasa.</p>
<p>Sedangkan urutan ketiga dipegang oleh Facebook dari bisnis <em>social-media</em>. Urutan keempat kembali dipegang oleh bisnis <em>search-engine</em>, kemudian urutan kelima <em>social-media</em> Friendster.</p>
<p>Artinya lima besar hanya dikuasai oleh dua jenis bisnis tadi. Selanjutnya untuk jenis bisnis blog-hosting baru muncul di urutan ke 6 dan 8, bisnis video-hosting di urutan ke 7, bisnis berita baru muncul di urutan ke 9, forum diskusi urutan ke 10.</p>
<p>Antara satu bisnis dengan bisnis yang lain mungkin tidak <em>head-to-head</em> tapi tetap memiliki persamaan pada beberapa poin pertanyaan tentang business-model diatas. Katakanlah blogging sejak munculnya Plurk.com, dunia <em>blogging</em> jadi agak lesu, di <a href="http://dendemang.wordpress.com/2008/11/27/reportase-pesta-blogger-2008/">pestablogger 2008 </a>saya bertemu <a href="http://www.priyadi.net" target="_blank">Priyadi</a>, blogger senior dan dia mengatakan sejak main plurk jadi tidak sempat blogging lagi.</p>
<p>Kemudian <a href="http://imw85.multiply.com/journal/item/31/Multiply_sepi_gara-gara_Facebook_rame_" target="_blank">Pak Made Wiryana menulis di Multiply</a>:</p>
<blockquote><p>Apakah dg makin populernya Facebook dan makin merakyatnya Blackberry yang ada Facebook mobile (he he he rakyat mana ya ?), akan menyebabkan makin sepinya multiply ?</p></blockquote>
<p>Disebutkan disitu ada <em>BlackBerry</em>, itu adalah komponen dari jawaban pertanyaan nomor 2 untuk business model. Ada diferensiasi pada value yang dimiliki Facebook.</p>
<p>Dari data diatas kita tahu bahwa bisnis <em>social-media</em> adalah bisnis yang sangat diminati.</p>
<p>Dari semua bisnis pada daftar top 15 di atas yang foundernya orang Indonesia hanya Kaskus dan Detik. Mereka seperti kita tahu telah mulai sejak lama dan sekarang telah memiliki basis komunitas sebagai aset yang sangat berharga.</p>
<p>Bisnis blog-hosting di Indonesia tercatat ada dua pemain besar, <a href="http://www.blogdetik.com" target="_blank">blogdetik.com</a> dan <a href="http://www.dagdigdug.com" target="_blank">dagdigdug.com</a>.</p>
<p>Untuk pertanyaan business model no 1:</p>
<p>Blogdetik.com memanfaatkan <em>positioning </em>pembaca detik.com.<br />
Sedangkan dagdigdug.com memanfaatkan jaringan dan popularitas <em>founder</em>nya salah satunya adalah Enda Nasution (bapak blogger) yang komunitasnya dibangun sejak <a href="http://dendemang.wordpress.com/2007/10/29/liputan-pesta-blogger-2007/" target="_blank">pestablogger 2007</a>.</p>
<p>Jika ada calon pemain baru sudahkah memikirkan segmentasinya? Komunitas apa yang disasar?</p>
<p>Ingat bahwa sungguhpun mereka berdua telah memiliki <em>positioning</em> tersendiri tapi tetap urutan mereka di bisnis <em>blog-hosting</em> masih jauh dibawah Blogger dan WordPress.</p>
<p>Menarik untuk bisnis <em>social-media</em> karena jawaranya (Facebook) berada di posisi ke tiga, artinya pasarnya sangat besar. <em>Business model</em> Facebook sampai sekarang masih menjadi perdebatan para ahli manajemen.</p>
<p>Disinilah menariknya bisnis ini menurut saya, kita bisa mengembara dalam rimba ketidak jelasan business model sambil mengintip kemungkinan meraih peluang yang tak dicermati oleh pihak lawan.</p>
<p>Kalau saya katakan model bisnis <em>social-media</em> yang sukses itu adalah Facebook lantas apakah kalau kita memiliki <em>software</em> yang benar benar sama persis maka apakah kita bisa sukses seperti Facebook?</p>
<p>Layanan yang bisa diberikan oleh software aplikasi selama ini lebih dipandang hanya menjadi jawaban dari pertanyaan business model no 2 (<em>value</em>). Sedangkan masih ada 3 pertanyaan lagi yang menjadi faktor lain yang penting yang sebenarnya dapat berubah dengan kecanggihan software aplikasi.</p>
<p>Sebagai contoh dulu hanya Google yang punya aplikasi untuk menjadi publisher iklan mereka, tapi kemudian setelah Google meluncur sebuah aplikasi bernama AdSense sebagai sebuah layanan maka business model iklan online berubah.</p>
<p>Dulu hanya Google yang bisa menjadi publisher iklan tapi sekarang siapa saja yang menggunakan layanan AdSense bisa menjadi publisher iklan. Mereka menemukan model bisnis baru, dimana untuk pertanyaan no 1 dapat dengan jelas disebutkan yaitu para pengiklan di Google (AdWord).</p>
<p>Mereka tak perlu lagi membuat aplikasi iklan sendiri, semua sudah disediakan oleh Google, mereka tak perlu keluar dana tambahan <em>fixed-cost</em>.</p>
<p>Demikian juga sekarang dengan Facebook. Kalau ada calon pemain baru dalam bisnis <em>social-media</em> lantas mereka berpikir untuk membangun komunitas sendiri maka mereka akan butuh <em>resource</em> yang sangat besar dan waktu yang cukup lama.</p>
<p>Kini dalam era <em>networked-economy</em> dimana paradigma ekonomi sudah bergerak ke arah jaringan, dimana <em>resource</em> yang sifatnya umum akan cenderung dioperasikan sebagai layanan dimana pihak lain dapat memanfaatkannya.</p>
<p>Facebook memiliki aplikasi yang sudah dioperasikan sebagai layanan yang memungkinkan kita untuk dapat memanfaatkan data pelanggan yang dimiliki oleh Facebook. Aplikasi tersebut bernama <em><a href="http://mashable.com/2008/12/04/facebook-connect-identity-management/" target="_blank">Facebook Connect</a></em>.</p>
<p>Dengan adanya fasilitas <em>Facebook Connect</em> maka <em>user</em> Facebook seluruh dunia yang mencapai 175 juta user bisa dimanfaatkan kekayaan datanya yang sudah tersegmentasi dengan rapi. Kita bisa melakukan segmentasi dengan sangat efektif sekaligus efisien.</p>
<p>Dengan demikian untuk pertanyaan no 1 bisa dijawab dengan sangat jitu.</p>
<p>Untuk pertanyaan no no 2 banyak sekali ide yang dapat diimplementasi mengingat pasarnya luas dan segmentasi yang jelas. Salah satu contohnya yang dapat saya gambarkan adalah bisnis pariwsiata dengan pasar pengguna Facebook diseluruh dunia.</p>
<p>Apa yang ada selama ini terlihat untuk konteks Indonesia masih berupa iklan iklan didalam Facebook yang mengarah keluar Facebook. Value yang diberikan masih kecil menurut saya. Orang tidak suka diforward keluar dan lebih nyaman tetap berada dalam platform yang sama (Facebook).</p>
<p>Value yang lebih besar dapat diberi dengan cara membangun aplikasi dalam platform Facebook. Jumlah aplikasi yang kini berjalan di atas platform Facebook mencapai 52.000 aplikasi yang dibangun oleh 660.000 yang tersebar di 180 negara. Ada 140 aplikasi baru setiap hari yang dibangun dalam platform Facebook. Sebuah monumen paradigma <em>networked-economy</em>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wibisastro.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wibisastro.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wibisastro.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wibisastro.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wibisastro.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wibisastro.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wibisastro.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wibisastro.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wibisastro.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wibisastro.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=104&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybergl.co.id/2009/03/01/business-model-dalam-era-network-economy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2db27a4ac3e57e5cf840d5caebeaa4a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wibisono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://creative.ak.facebook.com/ads3/creative/pressroom/jpg/b_1234208947_facebook_logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Facebook</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Facebook Sebagai Intranet Korporasi</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2009/02/23/facebook-sebagai-intranet-korporasi/</link>
		<comments>http://blog.cybergl.co.id/2009/02/23/facebook-sebagai-intranet-korporasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 14:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Dalam artikel &#8220;The New Corporate Intranet, Web 2.0 Style&#8220;, yang ditulis oleh  Joe McKendrick, dipaparkan bagaimana sebuah perusahaan yang memiliki 800 karyawan yang tersebar di seluruh dunia menggantikan aplikasi intranet perusahaan mereka dengan Facebook. Sebuah langkah yang berani mengingat Facebook tidak dikonstruksi untuk pengguna korporasi. Tapi rupanya penerapan arsitektur SOA membuat Facebook menjadi flexible untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=100&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam artikel &#8220;<em><a href="http://blogs.zdnet.com/service-oriented/?p=1011&amp;tag=rbxccnbzd1" target="_blank">The New Corporate Intranet, Web 2.0 Style</a></em>&#8220;, yang ditulis oleh  <a href="http://blogs.zdnet.com/bio.php#mckendrick" target="_blank">Joe McKendrick</a><em><a href="http://blogs.zdnet.com/bio.php#mckendrick" target="_blank">,</a></em> dipaparkan bagaimana sebuah perusahaan yang memiliki 800 karyawan yang tersebar di seluruh dunia <a href="http://www.serena.com/company/news/pr/sPR_11022007.html" target="_blank">menggantikan aplikasi intranet perusahaan mereka dengan Facebook</a>.</p>
<p>Sebuah langkah yang berani mengingat Facebook tidak dikonstruksi untuk pengguna korporasi. Tapi rupanya penerapan arsitektur SOA membuat Facebook menjadi flexible untuk diintegrasikan dengan berbagai aplikasi pihak ke tiga yang menggunakan Facebook sebagai platform.</p>
<p>Kemudian penulis buku terkenal <a href="http://www.roughtype.com/archives/2007/11/myworkspace.php" target="_blank">Nicholas Carr berpendapat kebanyakan organisasi menggunakan teknologi TI untuk keperluan formal</a> organisasi dan mengabaikan keperluan informalnya. Para karyawan terfokus pada penggunaan aplikasi tradisional seperti <em>Email</em>, <em>PowerPoint</em>, atau <em>Excel</em>.</p>
<p>Walhasil menurut Nick informasi yang sangat berguna yang beredar didalam organisasi tidak pernah tertangkap atau tersebarkan ke dalam organisasi. Sementara aplikasi <em>Social Network</em> memang dirancang untuk menangkap informasi yang informal.</p>
<p>Organisasi bergerak secara formal tapi bernafas secara informal. Berikut adalah <a href="http://www.zdnetasia.com/insight/internet/0,39044877,62034135,00.htm" target="_blank">pernyataan Presiden dan CEO Serena, Jeremy Burton</a>:</p>
<blockquote><p>&#8220;<em>The bottom line is: You can&#8217;t really keep your employees away from social media. They&#8217;re going to do it anyway, even at work. If you don&#8217;t give them options to participate in social media on terms friendly to your company, you&#8217;re asking for trouble</em>.&#8221;</p></blockquote>
<p>Saya sependapat, sering saya amati teman teman sekelas yang ketika kuliah lebih senang membuka Facebook daripada SCeLE. Di Facebook materi kuliah dari internet bisa di post linknya kemudian di diskusikan sambil mendengarkan kuliah.</p>
<p>Burton dan Carr melihat Facebook sebagai model aplikasi <em>Web2.0</em> yang dapat dimanfaatkan sebagai aplikasi Intranet  dimana kelebihannya dengan <em>Style 2.0</em> adalah fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh vendor dengan style ERP dari IBM atau SAP.</p>
<p>Memang aplikasi <em>Social Network</em> berbasis Web2.0 dan kelihatannya <em>trend</em> aplikasi Intranet kedepan akan menuju ke arah Web2.0 atau dikenal dengan istilah <em>Entreprise2.0.</em> Dengan contoh kasus diatas salah satu bukti bahwa <em>trend </em>ini semakin kuat. Arsitekur SOA yang diadopsi oleh Facebook membuat perkembangannya sangat pesat hingga dilirik pengguna korporasi.</p>
<p>Kritik saya pada artikel ini adalah tidak diulasnya kekurangan Social Network seperti Facebook tentang cara mencari kembali informasi yang telah ditangkap tadi. Facebook memang mudah menangkap informasi tapi tidak mudah memunculkannya kembali. Saya yakin perbaikan akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar.</p>
<p>Sementara itu apakah kita tetap akan menggunakan aplikasi tradisional?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wibisastro.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wibisastro.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wibisastro.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wibisastro.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wibisastro.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wibisastro.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wibisastro.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wibisastro.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wibisastro.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wibisastro.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=100&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybergl.co.id/2009/02/23/facebook-sebagai-intranet-korporasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2db27a4ac3e57e5cf840d5caebeaa4a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wibisono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pola Smart Pricing AdSense</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2007/09/08/pola-smart-pricing-adsense/</link>
		<comments>http://blog.cybergl.co.id/2007/09/08/pola-smart-pricing-adsense/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Sep 2007 18:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/2007/09/08/pola-smart-pricing-adsense/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca tulisan Fatih Syuhud berjudul &#8220;Jangan Klik Sendiri AdSense Anda&#8221; saya jadi ingin menulis unek-unek tentang AdSense. Ada hal yang masih unaccountable di AdSense itu, yaitu soal smartpricing. Saya tidak menemukan penjelasan teknis yang gamblang tentang smartpricing dari Google. Saya malah dapet penjelasan sekilas dari forum diskusi. Dari Google saya hanya mendapat penjelasan konsep tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=27&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" vspace="10" align="left" width="162" src="http://farm2.static.flickr.com/1178/1342948402_2139219bb9_o.jpg" hspace="10" alt="Googel AdSense" height="96" />Membaca tulisan Fatih Syuhud berjudul &#8220;<a target="_blank" href="http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/jangan-klik-sendiri-adsense-anda/">Jangan Klik Sendiri AdSense Anda</a>&#8221; saya jadi ingin menulis unek-unek tentang AdSense. Ada hal yang masih <em>unaccountable</em> di AdSense itu, yaitu soal <em>smartpricing</em>. Saya tidak menemukan penjelasan teknis yang gamblang tentang <em>smartpricing</em> dari Google. Saya malah dapet penjelasan sekilas dari forum diskusi.</p>
<p><a target="_blank" href="http://adsense.blogspot.com/2005/10/facts-about-smart-pricing.html">Dari Google saya hanya mendapat penjelasan konsep</a> tentang <em>smartpricing</em>. Katanya <em>smartpricing</em> itu mengatur bobot harga dari suatu klik. Semakin unik suatu klik maka semakin berbobot klik itu. Faktor penentu keunikan inilah yang saya belum dapat teknisnya, yang jelas salah satunya adalah dari informasi <em>header </em>pengklik.</p>
<p>Selain dari itu yang masih <em>fuzzy</em> adalah faktor <em>behavior</em>. Gara gara <em>smartpricing </em>nilai 7 klik bisa lebih rendah daripada nilai satu klik. Orang yang belum tahu tentang <em>smartpricing </em>bisa frustasi <a target="_blank" href="http://www.webmasterworld.com/forum89/4292.htm">dan memang banyak yang frustasi</a>.</p>
<p>Prinsip dasar <em>smartpricing </em>adalah untuk menyaring klik yang benar benar berkualitas. Klik yang berkualitas adalah klik yang memberi nilai tambah untuk <em>publisher</em> berupa kunjungan ke situs publisher atas dasar ketertarikan akan produk yang ditawarkan situs <em>publisher</em>. Itu sih kita sudah ngerti cuma bagaimana caranya membuat serangkain algoritma pendeteksi behavior itu?</p>
<p>Selain mencatat IP yang akan digunakan sebagai bahan analisa juga dilihat dari blok iklan. Misalnya pada sebuah situs anda melihat sebuah blok iklan disebelah kiri (<em>sidebar</em>). Pada blok tersebut biasanya ada 3 iklan. Katakanlah anda mengklik satu iklan pada blok tersebut. Kemudian anda mengklik lagi iklan kedua pada blok yang sama. Maka nilai klik yang kedua akan lebih kecil dari pada nilai klik pertama. Tidak berhenti sampai disitu. Nilai klik pertama tadipun akan turun pula. Jika anda klik lagi iklan ketiga maka sekarang nilai semua klik akan turun drastis.</p>
<p>Masih ada lagi beberapa parameter yang bisa dipakai untuk mengevaluasi nilai sebuah klik. Ini yang lebih rumit, saya masih berusaha mencari formulanya untuk dituangkan kedalam <em>script</em> PHP. Jika anda punya pengetahuan tentang ini tolong beri masukan<em> </em>supaya kita bisa sama sama bikin algoritmanya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wibisastro.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wibisastro.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wibisastro.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wibisastro.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wibisastro.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wibisastro.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wibisastro.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wibisastro.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wibisastro.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wibisastro.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wibisastro.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wibisastro.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=27&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybergl.co.id/2007/09/08/pola-smart-pricing-adsense/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2db27a4ac3e57e5cf840d5caebeaa4a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wibisono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm2.static.flickr.com/1178/1342948402_2139219bb9_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Googel AdSense</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yahoo alihkan resource ke Flickr</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2007/08/30/yahoo-alihkan-resource-ke-flickr/</link>
		<comments>http://blog.cybergl.co.id/2007/08/30/yahoo-alihkan-resource-ke-flickr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 19:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/2007/08/30/yahoo-alihkan-resource-ke-flickr/</guid>
		<description><![CDATA[Rupanya setelah babak belur dihantam Google, kini Yahoo harus benar benar melakukan restrukturisasi organisasinya guna mendapat optimalisasi sumber daya yang mahal. Barusan saya terima email pemberitahuan dari Yahoo bahwa Yahoo! Photos akan segera ditutup dan semua sumber daya pengembangan akan dialihkan ke Flickr. Berikut cuplikannya: Dear Yahoo! Photos user, For some time now, we&#8217;ve supported [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=22&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rupanya setelah babak belur dihantam Google, kini Yahoo harus benar benar melakukan restrukturisasi organisasinya guna mendapat optimalisasi sumber daya yang mahal.</p>
<p>Barusan saya terima email pemberitahuan dari Yahoo bahwa Yahoo! Photos akan segera ditutup dan semua sumber daya pengembangan akan dialihkan ke <a target="_blank" href="http://www.flickr.com/">Flickr</a>. Berikut cuplikannya:</p>
<blockquote><p><em>Dear Yahoo! Photos user,</em></p>
<p><em>For some time now, we&#8217;ve supported two great photo sharing services: Yahoo! Photos and Flickr. But even good things come to an end, and we&#8217;ve decided to close Yahoo! Photos to focus all our efforts on Flickr the award-winning photo sharing community that TIME Magazine has called &#8220;completely addictive.&#8221;</em></p>
<p><em>We will officially close Yahoo! Photos on Thursday, September 20, 2007, at 9 p.m. PDT</em></p></blockquote>
<p>Yahoo juga menawarkan bagi pengguna Yahoo! Photos untuk pindah ke Flickr. Saya memang belum punya account Flickr, biasanya pake <a target="_blank" href="http://picasaweb.google.com/">Picasa dari Google</a>. Untuk membandingkan saya terima tawaran itu dan ternyata memang saya lebih enjoy pakai Flickr ketimbang Picasa.</p>
<p>Pertimbangan dulu pilih Picasa adalah karena produk Google yang saya pikir pasti baguslah seperti <em>search engine</em>nya. Tapi ternyata tidak jaminan, malah Blogspot semakin lama semakin lelet servernya, plus sikapnya yang agak arogan membuat <a target="_blank" href="http://dendemang.wordpress.com">saya memutuskan pindah blog</a> dari Blogger ke WordPress.</p>
<p>Seperti kasus Blogger.com yang menghapus blog <a target="_blank" href="http://afatih.wordpress.com/">A Fatif Syuhud</a> yang membuat saya benar benar kecewa dengan Google. Tahukah anda di AdSense tidak ada negara Iran? Jadi warga Iran tidak bisa join. Saya tidak tahu apakah karena Amrik sedang tegang dengan Iran atau hanyalah masalah teknis saja.</p>
<p>Buat kita sebagai user ambil manfaatnya ajah. Yahoo bagus dengan Flickr, pakailah Flickr. Google bagus dengan Gmail, pakailah Gmail. Memang tidak mudah menjadi besar seperti Yahoo atau Google. Akan selalu ada pengaruh dari ranah lain seperti politik atau sosial. Buat kita sebagai developer apakah kita yang kecil kecil ini sudah benar benar optimal memanfaatkan <em>the advantage of beeing small</em>?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wibisastro.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wibisastro.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wibisastro.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wibisastro.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wibisastro.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wibisastro.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wibisastro.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wibisastro.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wibisastro.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wibisastro.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wibisastro.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wibisastro.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=22&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybergl.co.id/2007/08/30/yahoo-alihkan-resource-ke-flickr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2db27a4ac3e57e5cf840d5caebeaa4a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wibisono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blog Untuk Dokumentasi</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2007/08/23/blog-untuk-dokumentasi/</link>
		<comments>http://blog.cybergl.co.id/2007/08/23/blog-untuk-dokumentasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Aug 2007 10:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[CyberGL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/2007/08/23/blog-untuk-dokumentasi/</guid>
		<description><![CDATA[Karena belum sempat membangun aplikasi blog sendiri dan lagipula saya tidak ingin membangun aplikasi blog sekedarnya saja maka untuk sementara segala macam artikel mulai dari documentations, tutorials, manuals, bug fixes, interviews, journals dan berbagai artikel lainnya tentang produk PHP dan MySQL CyberGL akan saya posting di Blogspot. Berikut alamatnya: http://cybergl.blogspot.com Rupanya penggunaan Blog sebagai media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=19&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena belum sempat membangun aplikasi blog sendiri dan lagipula saya tidak ingin membangun aplikasi blog sekedarnya saja maka untuk sementara segala macam artikel mulai dari documentations, tutorials, manuals, bug fixes, interviews, journals dan berbagai artikel lainnya tentang produk PHP dan MySQL CyberGL akan saya posting di Blogspot.</p>
<p>Berikut alamatnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://cybergl.blogspot.com/">http://cybergl.blogspot.com</a></li>
</ul>
<p>Rupanya penggunaan Blog sebagai media dokumentasi juga banyak dan umum dipakai oleh developer lainnya termasuk Google.  Contohnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://googledataapis.blogspot.com/">http://googledataapis.blogspot.com/</a></li>
<li><a href="http://googlewebtoolkit.blogspot.com/">http://googlewebtoolkit.blogspot.com/</a></li>
<li><a href="http://google-code-updates.blogspot.com/">http://google-code-updates.blogspot.com/</a></li>
</ul>
<p>Saya pilih Blogspot karena bisa pasang AdSense, walaupun blogspot disini agak lambat aksesnya (dari US mestinya cepet) tapi karena pembaca blog dokumentasi ini nanti kebanyakan dari US jadi saya berharap mereka bisa akses lebih cepat.</p>
<p>Saya pernah baca ternyata <a target="_blank" href="http://rahard.wordpress.com/2007/08/15/lambat-ke-google-dan-keluarganya/" title="Keluarga Google Lambat">layanan Google selain Google.com terasa lebih lambat</a> responsenya. Wah rupanya saya tidak boleh berasumsi akan menggunakan Blogspot untuk seterusnya, suatu saat nanti mesti migrasi ke blog hasil karya sendiri.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wibisastro.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wibisastro.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wibisastro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wibisastro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wibisastro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wibisastro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wibisastro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wibisastro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wibisastro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wibisastro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wibisastro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wibisastro.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=19&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybergl.co.id/2007/08/23/blog-untuk-dokumentasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2db27a4ac3e57e5cf840d5caebeaa4a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wibisono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangkit Kembali</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2007/07/14/bangkit-kembali/</link>
		<comments>http://blog.cybergl.co.id/2007/07/14/bangkit-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jul 2007 07:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[CyberGL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/2007/07/14/bangkit-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak berdirinya perusahaan tahun 2000 sampai sekarang banyak sekali yang telah saya (baca: kami) lalui. Perusahaan garasi dengan karyawan tetap hanya saya seorang ini pada awalnya fokus hanya membuat aplikasi pesanan (tailored application) tapi pada perjalananya saya perlu sesuatu yang lain. Mengandalkan hidup dari proyek proyek besar ternyata tidak bisa diandalkan. Pada kenyataannya proyek proyek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=15&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak berdirinya perusahaan tahun 2000 sampai sekarang banyak sekali yang telah saya (baca: kami) lalui. Perusahaan garasi dengan karyawan tetap hanya saya seorang ini pada awalnya fokus hanya membuat aplikasi pesanan (<em>tailored application</em>) tapi pada perjalananya saya perlu sesuatu yang lain.</p>
<p>Mengandalkan hidup dari proyek proyek besar ternyata tidak bisa diandalkan. Pada kenyataannya proyek proyek kecillah membuat perusahaan bisa tetap bertahan hidup.</p>
<p>Sungguhpun demikian bisnis IT mengalami pasang surut. Dikala tidak ada proyek sama sekali saya menyibukkan diri dengan membuat produk aplikasi <em>freeware</em> dan menggelarnya di <a href="http://www.cybergl.co.id">web site</a> perusahaan. </p>
<p>Ternyata dampaknya luar biasa, dari produk gratisan itu nama perusahaan mulai muncul di mesin pencari Yahoo, Google dll, hingga pada akhirnya saya mendapat client dari mereka yang membaca profil perusahaan melalui <em>search engine</em>. Diantaranya client asing dari Belanda, Canada, dan Swedia.</p>
<p>Girang mendapat proyek dari luar negeri dan bisa memperkerjakan teman teman programer dalam kontrak hingga 8 personal saya melupakan proyek pengembangan produk <em>freeware</em> dan tekun mengerjakan proyek berbayar itu. Begitu proyek dibayar dapat duit lumayan banyak bukannya kembali ke proyek pengembangan produk gratisan tapi saya malah sibuk belanja, bersenang senang dan santai.</p>
<p>Baru terasa setelah duit habis, apalagi ditambah kenyataan usia bertambah tua tapi <em>positioning</em> perusahaan kok masih disitu situ ajah. Wah panjang deh ceritanya kalo mau ngomongin itu. </p>
<p>Yang ingin saya sampaikan kali ini cuma bahwa saya sekarang menyadari bahwa pentingnya tetap konsisten mengembangkan produk gratisan sebab produk gratisan ini adalah satu satunya <em>marketing tool</em> yang saya punya.</p>
<p>Sekarang saya lagi siap siap mengembangan versi selanjutnya dari produk yang sudah ada, semoga semangat bisa terpelihara sebab setan moody dan malas terus saja mencari celah untuk menyerang.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wibisastro.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wibisastro.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wibisastro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wibisastro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wibisastro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wibisastro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wibisastro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wibisastro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wibisastro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wibisastro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wibisastro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wibisastro.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog.cybergl.co.id&blog=1217489&post=15&subd=wibisastro&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybergl.co.id/2007/07/14/bangkit-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2db27a4ac3e57e5cf840d5caebeaa4a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wibisono</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>