<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Logo BlankOn</title>
	<atom:link href="http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/</link>
	<description>...emergent, freeform, social collaboration...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 23:11:56 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: cah_riloz</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1512</link>
		<dc:creator>cah_riloz</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 03:57:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1512</guid>
		<description>menurut saya sah2 zHa tUch pake logo kaya gitu....
namanya juga blangkon....
masa mu pake logo orang utan...
gk nyambung banget deh....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya sah2 zHa tUch pake logo kaya gitu&#8230;.<br />
namanya juga blangkon&#8230;.<br />
masa mu pake logo orang utan&#8230;<br />
gk nyambung banget deh&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: afie</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1492</link>
		<dc:creator>afie</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 08:13:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1492</guid>
		<description>namanya aja blankon..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>namanya aja blankon..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rotyyu</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1489</link>
		<dc:creator>rotyyu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 04:44:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1489</guid>
		<description>anehnya, sekarang logo di situs BlankOn menjadi tidak konsisten, sebagian pakai logo baru, sementara ada beberapa halaman tetap menggunakan logo lama. Pendapat saya pribadi sih logo lama itu bagus dan sudah mencerminkan Indonesia..........
Tapi apa pun keputusan yg telah diambil, kita semua harus tetap mendukung pegembangan BlankOn.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anehnya, sekarang logo di situs BlankOn menjadi tidak konsisten, sebagian pakai logo baru, sementara ada beberapa halaman tetap menggunakan logo lama. Pendapat saya pribadi sih logo lama itu bagus dan sudah mencerminkan Indonesia&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Tapi apa pun keputusan yg telah diambil, kita semua harus tetap mendukung pegembangan BlankOn.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sumpah Pemuda Bukan Sumpah Palapa &#171; Budayawan Muda</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1477</link>
		<dc:creator>Sumpah Pemuda Bukan Sumpah Palapa &#171; Budayawan Muda</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 23:35:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1477</guid>
		<description>[...] arti pada komitmen kebhinekaan tanpa hegemoni dan dominasi. Masalah in masih krusial sekarang ini. Kecenderungan promordial masih kuat di masyarakat kita. Sosok Sultan saya rasa bisa [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] arti pada komitmen kebhinekaan tanpa hegemoni dan dominasi. Masalah in masih krusial sekarang ini. Kecenderungan promordial masih kuat di masyarakat kita. Sosok Sultan saya rasa bisa [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1466</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 15:25:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1466</guid>
		<description>@Ki Syafrudin:

Logo baru BlankOn memang sudah ketok palu diganti mas :-)
Saya juga bukan anti ganti logo tapi alasan penggantian yang saya rasa tidak kuat.
Logo baru yang dibuat Om Black bagus juga kok... maju teruslah BlankOn.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ki Syafrudin:</p>
<p>Logo baru BlankOn memang sudah ketok palu diganti mas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Saya juga bukan anti ganti logo tapi alasan penggantian yang saya rasa tidak kuat.<br />
Logo baru yang dibuat Om Black bagus juga kok&#8230; maju teruslah BlankOn.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ki Syafrudin</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1465</link>
		<dc:creator>Ki Syafrudin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 15:19:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1465</guid>
		<description>Mas Wibi,

Saya tidak bilang harus dihindari kok, jadi belum tentu kita beda cara pandang :-). 
Saya hanya menambahkan informasi seputar blangkon yang belum ditulis baik di Wikipedia Indonesia maupun di situs blankon.or.id.

Saya sendiri menganggap logo gambar blankon seharusnya tidak perlu dipermasalahkan.

Namun saya sendiri juga mendukung dengan logo blankon baru, karena logo yang baru selain lebih &quot;kelas tinggi&quot;, sebetulnya masih bisa diimajinasikan sebagai kepala orang memakai blankon :-).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Wibi,</p>
<p>Saya tidak bilang harus dihindari kok, jadi belum tentu kita beda cara pandang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .<br />
Saya hanya menambahkan informasi seputar blangkon yang belum ditulis baik di Wikipedia Indonesia maupun di situs blankon.or.id.</p>
<p>Saya sendiri menganggap logo gambar blankon seharusnya tidak perlu dipermasalahkan.</p>
<p>Namun saya sendiri juga mendukung dengan logo blankon baru, karena logo yang baru selain lebih &#8220;kelas tinggi&#8221;, sebetulnya masih bisa diimajinasikan sebagai kepala orang memakai blankon <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1461</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 01:37:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1461</guid>
		<description>@Ki Syafrudin:

Informasi yang bagus sekali tapi rupanya kita beda cara pandang. 

&lt;blockquote&gt;
Maaf, kalau tulisan ini menambah satu lagi unsur SARA dari Blankon, sebelumnya cuma Suku, sekarang tambah Agama.
&lt;/blockquote&gt;

Anda memandangnya sebagai perbedaan yang harus dihindari sedangkan saya tidak, justru harus di akomodasi. Kalau mau ditarik akarnya maka tak satupun artefak budaya yang terbebas unsur agama. 

Cara pandang bhineka tunggal ika adalah melihat perbedaan sebagai satu kesatuan Indonesia, sedang cara pandang primordialis adalah melihat perbedaan untuk menjadi berbeda.

Kalau perbedaan itu tak terlihat maka akan dicari cari sampai ke akarnya, persis seperti yang anda lakukan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ki Syafrudin:</p>
<p>Informasi yang bagus sekali tapi rupanya kita beda cara pandang. </p>
<blockquote><p>
Maaf, kalau tulisan ini menambah satu lagi unsur SARA dari Blankon, sebelumnya cuma Suku, sekarang tambah Agama.
</p></blockquote>
<p>Anda memandangnya sebagai perbedaan yang harus dihindari sedangkan saya tidak, justru harus di akomodasi. Kalau mau ditarik akarnya maka tak satupun artefak budaya yang terbebas unsur agama. </p>
<p>Cara pandang bhineka tunggal ika adalah melihat perbedaan sebagai satu kesatuan Indonesia, sedang cara pandang primordialis adalah melihat perbedaan untuk menjadi berbeda.</p>
<p>Kalau perbedaan itu tak terlihat maka akan dicari cari sampai ke akarnya, persis seperti yang anda lakukan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ki Syafrudin</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1460</link>
		<dc:creator>Ki Syafrudin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 12:18:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1460</guid>
		<description>Tentang BlankOn, tutup kepala ini memang khas Indonesia, dan muncul setelah Abad XV, sebagaimana juga baju model beskap. Tata busana Blankon dan Beskap ini tidak dikenal sebelumnya, karena memang merupakan inovasi bangsa Indonesia khususnya jawa yang waktu sudah muslim dalam menciptakan tata busana khas Indonesia diadaptasi dari Arab dan Cina, yang lebih tertutup menggantikan tata busana lama yang cenderung terbuka.
Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Blankon merupakan adaptasi dari Surban. 

Maaf, kalau tulisan ini menambah satu lagi unsur SARA dari Blankon, sebelumnya cuma Suku, sekarang tambah Agama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tentang BlankOn, tutup kepala ini memang khas Indonesia, dan muncul setelah Abad XV, sebagaimana juga baju model beskap. Tata busana Blankon dan Beskap ini tidak dikenal sebelumnya, karena memang merupakan inovasi bangsa Indonesia khususnya jawa yang waktu sudah muslim dalam menciptakan tata busana khas Indonesia diadaptasi dari Arab dan Cina, yang lebih tertutup menggantikan tata busana lama yang cenderung terbuka.<br />
Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Blankon merupakan adaptasi dari Surban. </p>
<p>Maaf, kalau tulisan ini menambah satu lagi unsur SARA dari Blankon, sebelumnya cuma Suku, sekarang tambah Agama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1451</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 11:53:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1451</guid>
		<description>@aRul:

&lt;blockquote&gt;
yah seperti ini mestinya teknologi yang berbudaya, masih mengingat buday2 leluhur.
&lt;/blockquote&gt;

Semoga teman teman dari daerah lain tidak melihat ini sebagai sebuah usaha dominasi. Saya berharap  ada produk produk baru IT lain yang menggunakan nama artefak budaya kita dari luar Jawa.

@moeir:
Halo Ndra...
Insyallah tidak, karena BlankOn di develop ulang.

@Muhidin:

Salam Mas Muhidin.
Karena memang sesungguhnya tidak relevan menghubungkan isu kesukuan didunia IT.

@zoel chaniago:

Saya sendiri belum pakai mas :-)
Saya cuma pakai Ubuntu, belum ada PC lain yang bisa di pakai untuk install BlankOn.

@Black_Claw:

&lt;blockquote&gt;
hush, om phil itu kan cuman becanda. 
&lt;/blockquote&gt;

hehehe..., ok deh  :-)

&lt;blockquote&gt;
dan orang sunda dan madura juga orang jawa. 
&lt;/blockquote&gt;

orang sunda atau madura gak mau disebut orang jawa
bahkan orang cirebon pun gak mau dibilang orang jawa
mereka etnis yang berbeda dan tak mau disamaratakan dianggap orang jawa  :-)

&lt;blockquote&gt;
niwe, logika hos cokro itu bisa jalan karna ybs itu wong jowo. 
&lt;/blockquote&gt;

Maksud saya dengan HOS Cokro tidak merasa perlu menanggalkan blangkon adalah karena blangkon bisa diterima oleh komponen bangsa yang lain. Tidak merasa didominasi oleh simbol blangkon tapi tidak demikian dengan bahasa Jawa yang harus ditanggalkan karena tidak dapat diterima oleh komponen bangsa yang lain.

&lt;blockquote&gt;
kecemburuan yang dibicarakan itu sepertinya bukan kearah suku, tapi dominasi dari orang-orang sebuah pulau.
&lt;/blockquote&gt;

Kenapa masih muncul perasaan seperti itu? Komentar Om Phillip mengingatkan saya pada kepedihan hati temen temen dari Aceh yang pernah terlibat dengan GAM. Mereka memang sangat di zhalimi pada masa DOM ORBA tapi haruskah itu merusak rasa kebhinekaan kita yang sesungguhnya memiliki akar jauh kebalakang sejarah terbentuknya NKRI. 

Justru ini adalah moment untuk menghilangkan stigma itu. Jawa tidak ingin membuat dominasi atas bangsa ini. Tidak digunakannya bahasa Jawa sebagai bahasa Nasional menjadi salah satu bukti.

Jawanisasi yang gencar jaman Pak Harto memang menyisakan trauma sejarah yang kita sesali bersama tapi saya ingin mengubur semua itu bersama lengsernya Pak Harto tahun 98. Marilah kita songsong hari depan dengan semangat kebhinekaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@aRul:</p>
<blockquote><p>
yah seperti ini mestinya teknologi yang berbudaya, masih mengingat buday2 leluhur.
</p></blockquote>
<p>Semoga teman teman dari daerah lain tidak melihat ini sebagai sebuah usaha dominasi. Saya berharap  ada produk produk baru IT lain yang menggunakan nama artefak budaya kita dari luar Jawa.</p>
<p>@moeir:<br />
Halo Ndra&#8230;<br />
Insyallah tidak, karena BlankOn di develop ulang.</p>
<p>@Muhidin:</p>
<p>Salam Mas Muhidin.<br />
Karena memang sesungguhnya tidak relevan menghubungkan isu kesukuan didunia IT.</p>
<p>@zoel chaniago:</p>
<p>Saya sendiri belum pakai mas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Saya cuma pakai Ubuntu, belum ada PC lain yang bisa di pakai untuk install BlankOn.</p>
<p>@Black_Claw:</p>
<blockquote><p>
hush, om phil itu kan cuman becanda.
</p></blockquote>
<p>hehehe&#8230;, ok deh  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>
dan orang sunda dan madura juga orang jawa.
</p></blockquote>
<p>orang sunda atau madura gak mau disebut orang jawa<br />
bahkan orang cirebon pun gak mau dibilang orang jawa<br />
mereka etnis yang berbeda dan tak mau disamaratakan dianggap orang jawa  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>
niwe, logika hos cokro itu bisa jalan karna ybs itu wong jowo.
</p></blockquote>
<p>Maksud saya dengan HOS Cokro tidak merasa perlu menanggalkan blangkon adalah karena blangkon bisa diterima oleh komponen bangsa yang lain. Tidak merasa didominasi oleh simbol blangkon tapi tidak demikian dengan bahasa Jawa yang harus ditanggalkan karena tidak dapat diterima oleh komponen bangsa yang lain.</p>
<blockquote><p>
kecemburuan yang dibicarakan itu sepertinya bukan kearah suku, tapi dominasi dari orang-orang sebuah pulau.
</p></blockquote>
<p>Kenapa masih muncul perasaan seperti itu? Komentar Om Phillip mengingatkan saya pada kepedihan hati temen temen dari Aceh yang pernah terlibat dengan GAM. Mereka memang sangat di zhalimi pada masa DOM ORBA tapi haruskah itu merusak rasa kebhinekaan kita yang sesungguhnya memiliki akar jauh kebalakang sejarah terbentuknya NKRI. </p>
<p>Justru ini adalah moment untuk menghilangkan stigma itu. Jawa tidak ingin membuat dominasi atas bangsa ini. Tidak digunakannya bahasa Jawa sebagai bahasa Nasional menjadi salah satu bukti.</p>
<p>Jawanisasi yang gencar jaman Pak Harto memang menyisakan trauma sejarah yang kita sesali bersama tapi saya ingin mengubur semua itu bersama lengsernya Pak Harto tahun 98. Marilah kita songsong hari depan dengan semangat kebhinekaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Black_Claw</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2008/10/11/logo-blankon/#comment-1450</link>
		<dc:creator>Black_Claw</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 07:49:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/?p=85#comment-1450</guid>
		<description>hush, om phil itu kan cuman becanda. :mrgreen:

niwe, logika hos cokro itu bisa jalan karna ybs itu wong jowo. logika untuk blankon yang nggak bisa diterima daerah lain itu adalah orang aceh atau timor pakek blangkon. itu yang lebih tepat kayaknya. :)

dan orang sunda dan madura juga orang jawa. kecemburuan yang dibicarakan itu sepertinya bukan kearah suku, tapi dominasi dari orang-orang sebuah pulau.

lucunya, orang betawi tidak merasa diri jadi orang jawa.
ohiya saya lupa, orang betawi itu campuran, tapi ndak ada yang asli. hihihihi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hush, om phil itu kan cuman becanda. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>niwe, logika hos cokro itu bisa jalan karna ybs itu wong jowo. logika untuk blankon yang nggak bisa diterima daerah lain itu adalah orang aceh atau timor pakek blangkon. itu yang lebih tepat kayaknya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>dan orang sunda dan madura juga orang jawa. kecemburuan yang dibicarakan itu sepertinya bukan kearah suku, tapi dominasi dari orang-orang sebuah pulau.</p>
<p>lucunya, orang betawi tidak merasa diri jadi orang jawa.<br />
ohiya saya lupa, orang betawi itu campuran, tapi ndak ada yang asli. hihihihi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
