<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bangkit Kembali</title>
	<atom:link href="http://blog.cybergl.co.id/2007/07/14/bangkit-kembali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.cybergl.co.id/2007/07/14/bangkit-kembali/</link>
	<description>...emergent, freeform, social collaboration...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Aug 2010 08:47:21 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2007/07/14/bangkit-kembali/#comment-60</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 06:53:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/2007/07/14/bangkit-kembali/#comment-60</guid>
		<description>Terimakasih mas Hardjono atas simpatinya.

Seharusnya memang kita juga begitu, punya divisi tersendiri untuk urusan selain development. Ini tentunya akan berpulang pada seberapa profesionalnya kita.

Yang paling sering saya alamai (dan juga banyak rekan rekan developer yang lain) adalah masalah kontrak. Kita orang Indonesia sudah terbiasa merasa sungkan dan tidak enak yang akhirnya menjadi tidak tegas.

Sering kali developer dirugikan karena tidak tegas dan cermat pada kontrak. Perubahan ditengah jalan acap kali menuntut kerja ekstra developer tanpa penyesuaian nilai kontrak.

Kenapa yah tidak ada teman teman yang mengkhususkan diri memberikan layanan bantuan masalah kontrak bidang TI ini. Tentunya dengan tarif yang bersahabat karena proyek TI pada umumnya kecil kecil senilai dibawah 10 jutaan.

Orang sering berpikir proyek 2 juta ajah mau pake jasa konsultan hukum, mau bayar berapa? itulah problemnya dikita. 

Proyek dua juta juga kalau pada proses developmentnya berkembang menjadi senilai 5 juta tapi nilai kontrak tidak berubah maka developer alih alih untung malah nombok.

Jadi maksud saya bukan konsultan hukum yang biasanya hanya menangani masalah hukum kontrak saja tapi juga mengerti seluk beluk proyek IT. Yah seperti orang BD yang mas bilang itulah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih mas Hardjono atas simpatinya.</p>
<p>Seharusnya memang kita juga begitu, punya divisi tersendiri untuk urusan selain development. Ini tentunya akan berpulang pada seberapa profesionalnya kita.</p>
<p>Yang paling sering saya alamai (dan juga banyak rekan rekan developer yang lain) adalah masalah kontrak. Kita orang Indonesia sudah terbiasa merasa sungkan dan tidak enak yang akhirnya menjadi tidak tegas.</p>
<p>Sering kali developer dirugikan karena tidak tegas dan cermat pada kontrak. Perubahan ditengah jalan acap kali menuntut kerja ekstra developer tanpa penyesuaian nilai kontrak.</p>
<p>Kenapa yah tidak ada teman teman yang mengkhususkan diri memberikan layanan bantuan masalah kontrak bidang TI ini. Tentunya dengan tarif yang bersahabat karena proyek TI pada umumnya kecil kecil senilai dibawah 10 jutaan.</p>
<p>Orang sering berpikir proyek 2 juta ajah mau pake jasa konsultan hukum, mau bayar berapa? itulah problemnya dikita. </p>
<p>Proyek dua juta juga kalau pada proses developmentnya berkembang menjadi senilai 5 juta tapi nilai kontrak tidak berubah maka developer alih alih untung malah nombok.</p>
<p>Jadi maksud saya bukan konsultan hukum yang biasanya hanya menangani masalah hukum kontrak saja tapi juga mengerti seluk beluk proyek IT. Yah seperti orang BD yang mas bilang itulah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hardjono</title>
		<link>http://blog.cybergl.co.id/2007/07/14/bangkit-kembali/#comment-56</link>
		<dc:creator>Hardjono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2007 22:34:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wibisastro.wordpress.com/2007/07/14/bangkit-kembali/#comment-56</guid>
		<description>Pak, great posting and you have my sympathy :)

Memang menjalankan bisnis yang bekelangsungan itu sukar (apa lagi bagi kita2 yang lebih condong ke teknis atau programming). Yang saya lihat dari orang2 India, mereka punya 1 orang yang khusus Business Development yang mencari-cari customer secara pro-aktif. Apa cari2 di Internet, atau lewat email/fax/tilpun ke luar negeri. Orang BD itu juga harus bisa negosiasi kontrak.

Freeware nya itu penting untuk membuktikan bisa membangun produk. Iya, seperti self-marketing. Jadi freewarenya lebih baik di jalankan terus.

[TH]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, great posting and you have my sympathy <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Memang menjalankan bisnis yang bekelangsungan itu sukar (apa lagi bagi kita2 yang lebih condong ke teknis atau programming). Yang saya lihat dari orang2 India, mereka punya 1 orang yang khusus Business Development yang mencari-cari customer secara pro-aktif. Apa cari2 di Internet, atau lewat email/fax/tilpun ke luar negeri. Orang BD itu juga harus bisa negosiasi kontrak.</p>
<p>Freeware nya itu penting untuk membuktikan bisa membangun produk. Iya, seperti self-marketing. Jadi freewarenya lebih baik di jalankan terus.</p>
<p>[TH]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
